Kamis, 01 Maret 2012

ORGANISASI DAN METODE


                            

           
 ORGANISASI DAN METODE 
 Organisasi adalah kemampuan untuk memanfaatkan kapasitas mental dari semua anggotanya guna menciptakan sejenis proses yang akan menyempurnakan organisasi” “Organisasi di mana orang-orangnya secara terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, di mana pola-pola berpikir baru dan berkembang dipupuk, di mana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan di mana orang-orang secara terus-menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama” atau organissasi sebuah kesatuan yang terdiri dari sekelompok orang yang bertindaksecara bersama-sama dalam rangka mencapai tujuan bersama. Organisasi adalah wadah sekelompok manusia untuk saling bekerja sama yang satu dengan yang lainnya.Proses dalam organisasi yaitu pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien sedangkan istilah metode tersebut berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara efisien.

Pengertian organisasi dan metode secara lengkap
 
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan. Sedangkan, tata kerja merupakan cara untuk melaksanakan kegiatan itu dengan benar dan berhasil sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia guna mencapai tingkat efisiensi yang maksimal.


SEJARAH
 Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Beberapa orang melihatnya (dengan definisi) sebagai konseptualisasi modern yang terlambat (dalam hal modernitas yang terlambat). Dalam istilah tersebut manajemen tidak memiliki sejarah pra-modern, hanya merupakan pertanda.Beberapa orang lainnya, mendeteksi aktivitas mirip-manajemen di masa pra-modern akhir. Beberapa penulis melacak perkembangan pemikiran manajemen pada pedagang-pedangan Sumeria dan pembangun piramid Mesir. Para pemilik budak selama berabad-abad menghadap permasalahan eksploitasi/memotivasi budak yang bergantung namun terkadang suka melawan (memaksa otoritas), namun banyak perusahaan pra-industri, dengan skala mereka yang kecil,tidak merasa terdorong ungtuk menghadapi permasalahan manajemen secara sistematis. namun, inovasi seperti penyebaran sistem angka Hindu-Arab (abad ke-5 hingga ke15) dan kodifikasi kesekretariatan entri-ganda (1494) menyediakan perangkat untuk penilaian, perencanaan dan kendali manajemen.

          Organisasi di mana orang-orangnya secara terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, di mana pola-pola berpikir baru dan berkembang dipupuk, di mana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan di mana orang-orang secara terus-menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama” (Burky dan Perry, 1998) Organissasi adalah sebuah kesatuan yang terdiri dari sekelompok orang yang bertindaksecara bersama-sama dalam rangka mencapai tujuan bersama.Istilah organisasi berasal dari kata organon/bahasa yunani yang berarti alat, tools. Desain organisasi(organizational design)merupakan proses memilih dan sasaran desain organisasiadalah menggunakan struktur yang memberikan fasilitas pengimplementasian strategi. Desain organisasi dapet juga dinyatakan sebagi proses pembuatan keputusan yang dilakukan oleh manajer untuk memilih struktur organisasi yang sesuai dengan strategi untuk organisasi dan lingkungan tempat anggota organisasi melaksanakan strategi tersebut. Desain organisasi menuntut manajer untuk melihat secara bersamaan ke dalam organisasi dan ke luar organisasi.

4 Bagian untuk pembangunan desain organisasi :
               1.   Pembagian kerja
               2.   Departementalisasi
               3.   Hirarki
               4.   Koordinasi
  
     Dalam pengembangan desain organisasi ada dua hal yang penting pertama perubahan stratgei dan lingkungan berlangsung dengan berlalunya waktu, desain organisasi merupakan proses yang berkelanjutan. Manajer hendaknya memandang desain organisasi sebagai pemecahan masalah dan mengikuti tujuan organisasi dengan gaya situasional atau kontingensi,yaitu struktur yang ada didesain untuk menyesuaikan keadaan organisasi atau sub unitnya yang unik.


Desain Organisasi Formal dan Informal Pengertian Desain Organisasi

         Istilah organisasi berasal dari kata organon/bahasa yunani. Yang berarti alat, tools. Desain organisasi (organizational design) merupakan proses memilih dan mengimplementasikan struktur yang terbaik untuk mengelola sumber-sumber untuk mencapai tujuan. Sasaran desain organisasi adalah menggunakan struktur yang memberikan fasilitas pengimplementasian strategi. Desain organisasi dapat juga dinyatakan sebagi proses pembuatan keputusan yang dilakukan oleh manajer untuk memilih struktur organisasi yang sesuai dengan strategi untuk organisasi dan lingkungan tempat anggota organisasi melaksanakan strategi tersebut. Desain organisasi menuntut manajer untuk melihat secara bersamaan ke dalam organisasi dan ke luar organisasi.

Organisasi didefinisikan oleh beberapa ahli sebagai berikut
  1.  Menurut Prof. Dr. Sondang Siagian, Organisasi adalah setiap bentuk     persekutuan dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk suatu tujuan bersama dan terikat secara formal.
  2. Menurut Chester I. Barnard, Organisasi adalah suatu system aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  3. Menurut Stoner, Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama
  4. Menurut James D. Mooney, Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

Pengertian / Definisi Organisasi Informal dan Organisasi Formal
1.   Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari
dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu
tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara
2.   Organisasi Informal
      Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih     
      yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang
      tidak tidak di sadari
      Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak
                      sd, kemping ke gunung pangrango rame dengan teman 
Perbedaan formal dan informal :
    1. Hubungan-hubungan antar pribadi. Hubungan-hubungan antar    
        pribadi didalam organisasi formal digambarkan jelas, sedangkan  
        dalam organisasi informal tergantung pada kebutuhan-kebutuhan  
        mereka.
    2. Kepemimpinan para pemimpin dirancang dan ditentukan dalam   
        formal serta muncul dan dipilih dalam informal.
    3. Pengendalian perilaku. Organisasi formal mengendalikan perilaku
        karyawan melalui penghargaan dan hukuman, sedangkan       
        kelompok  informal mengendalikan para anggota dengan   
        pemenuhan kebutuhan.
    4. Ketergantungan. Karena kapasitas pemimpin formal terletak 
        pada penghargaan dan hukuman, bawahan-bawahan lebih 
        tergantung dari pada para anggota suatu kelompok informal.

    Walaupun ada perbedaan tersebut adalah suatu kesalahan bila menganggap kelompok formal dan informal sebagai dua kesatuan organisasi yang terpisah. Keduanya hidup bersama dan tidak dapat dipisahkan setiap organisasi formal selalu mempunyai organisasi informal dan setiap organisasi informal brkembang dalam berbagai tinkatan formal.

Teori Organisasi
Manusia adalah mahluk social yang cenderung untuk
hidup bermasyarakat serta mengatur dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai suatu tujuan tetapi karena keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya kerjasama. Hal tersebut yang mendasari manusia untuk hidup dalam berorganisasi.Sebelum dibahas lebih jauh mengenai teori organisasi, kita akan membahas dulu apakah yang dimaksud dengan organisasi.

Menurut ERNEST DALE :
     Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.

Adapun Unsur-Unsur organisasi secara sederhana memiliki tiga unsur, yaitu:

1.Man
   Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan 
   sering disebut dengan istilah pegawai atau personnel.Pegawai atau       
   personnel  terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, 
   yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur 
   pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam        
   organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja 
   sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para 
   pekerja (nonmanagement/workers).Semua itu secara bersama-
   sama merupakan kekuatan manusiawi (manpower) organisasi.

2. Kerjasama
    Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu
    perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan
    bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang
    menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator,
    manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan
    kekuatan manusiawi (man power) organisasi.

3. Tujuan Bersama
    Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan
    menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan.
    Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan
    juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur,
    program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran
   (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan.

4. Peralatan (Equipment)
    Unsur yang keempat adalah peralatan atau equipment yang terdiri dari
    semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal
    lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).

5. Lingkungan (Environment)
    Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan
    teknologi. Termasuk dalam unsur lingkungan, antara lain :
          a. Kondisi atau situasi
          b Tempat atau lokasi.
          c Wilayah operasi yang dijadikan sasaran kegiatan organisasi.

6. Kekayaan Alam
   
Yang termasuk dalam kekayaan alam ini misalnya keadaan iklim,
    udara, air, cuaca (geografi, hidrografi, geologi, klimatologi), flora dan 
    fauna.

Teori Organisasi

1. Teori Organisasi
          Teori ini biasa disebut dengan “teori tradisional” atau disebut juga “teori mesin”. Berkembang mulai 1800-an (abad 19). Dalam teori ini organisasi digambarkan sebuah lembaga yang tersentralisasi dan tugas-tugasnnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas.Dikatakan teori mesin karena organisasi ini menganggab manusia bagaikan sebuah onderdil yang setiap saat bisa dipasang dan digonta-ganti sesuai kehendak pemimpin. 

Defisi Organisasi menurut Teori Klasik
          
Organisasi merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan, peranan- peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan factor-faktor lain apabila orang bekerja sama.Teori Organisasi klasik sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi formal.  

Empat unsur pokok yang selalu muncul dalam organisasi formal: 
         
a. Sistem kegiatan yang terkoordinasi
          b. Kelompok orang
          c. Kerjasama
          d. Kekuasaan & Kepemimpinan

          Sedangkan menurut penganut teori klasik suatu organisasi tergantung pada empat kondisi pokok: Kekuasaan) Saling melayani) Doktrin) Disiplin)yang dijadikan tiang dasar penting dalam organisasi formal adalah:
          a. Pembagian kerja (untuk koordinasi)
          b. Proses Skalar & Fungsional (proses pertumbuhan vertical 
              dan horizontal)
          c. Struktur (hubungan antar kegiatan)
          d. Rentang kendali (berapa banyak atasan bisa mengendalikan   
              bawahan).

Teori Klasik berkembang dalam 3 Aliran:

          • BIROKRASI) Dikembangkan dari Ilmu Sosiologi
          • ADMINISTRASI) Langsung dari praktek manajemen memusatkan
            Aspek Makro sebuah organisasi.
          • MANAJEMEN ILMIAH) Langsung dari praktek manajemen  
  memusatkan Aspek Mikro sebuah organisasi.

A. TEORI BIROKRASI
           Dikemukakan oleh “MAX WEBER” dalam buku “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism” dan “The Theory of Social and Economic Organization”.Istilah  BIROKRASI berasal dari kata LEGAL_RASIONAL:
“Legal” disebakan adanya wewenang dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas. Sedangkan “Rasional” karena adanya penetapan tujuan yang ingin dicapai.

Karekteristik-karekteristik birokrasi menurut Max Weber

  •  Pembagian kerja
  •  Hirarki wewenan
  • Program rasional
  • Sistem Prosedur
  • Sistem Aturan hak kewajiban
  • Hubungan antar pribadi yang bersifat impersona
B. TEORI ADMINISTRASI
          Teori ini dikembangkan oleh Henry Fayol, Lyndall Urwick dari Eropa dan James D. Mooney, Allen Reily dari Amerika.

Fayol membagi kegiatan industri menjadi 6 kelompok :
  •  Kegiatan Teknikal (Produksi, Manufaktur, Adaptasi)
  • Kegiatan Komersil (Pembelian, Penjualan, Pertukaran)
  • Kegiatan Financial (penggunaan optimum modal)
  • Kegiatan Keamanan
  •  Kegiatan Akuntansi
  • Kegiatan Manajerial
C. MANAJEMEN ILMIAH
          Dikembangkan tahun 1900 oleh FREDERICK WINSLOW TAYLOR). Definisi Manajemen Ilmiah:
“Penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi” atau “Seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja”.F.W. TAYLOR menuangkan ide dalam tiga makalah: “Shop Management”, “The Principle Oif Scientific Management” dan “Testimony before the Special House Comitte”. Dari tiga makalah tersebut lahir sebuah buku “Scientific Management”.
         Berkat jasa-jasa yang sampai sekarang konsepnya masih dipergunakan pada praktek manajemen modern maka F.W. TAYLOR dijuluki sebagai “BAPAK MANAJEMEN ILMIAH”.

Empat kaidah Manajemen menurut Frederick W. Taylor: 
  1. Menggantikan metode kerja dalam praktek dengan metode atas dasar ilmu pengetahuan. 
  2. Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan 
  3. Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah perlu intregasikan. 
  4. Perlu dikembangkan semangat dan mental karyawan untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah
2. TEORI NEOKLASIK
          Aliran yang berikutnya muncul adalah aliran Neoklasik disebut juga dengan “Teori Hubungan manusiawi”. Teori ini muncul akibat ketidakpuasan dengan teori klasik dan teori merupakan penyempurnaan teori klasik. Teori ini menekankan pada “pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja”.

Dalam pembagian kerja Neoklasik memandang perlunya:
          a. Partisipasi
          b. Perluasan kerja
          c. Manajemen bottom_up

3. TEORI MODERN
         Teori ini muncul pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analiasa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan antara teori klasik dan neokalsi. Teori Organisasi Modern melihat bahwa semua unsure organisasi sebagai satu kesatuan yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang berkaitan dengan lingkunngan dan apabila ingin survivel atau dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.





Daftar Pustaka
 http://septianhputro.wordpress.com/2011/10/06/arti-pentingnya-organisasi-dan-metode/

http://kynanre.blogspot.com/2011/10/arti-pentingnya-organisasi-dan-metode.html/
http://septianhputro.wordpress.com/2011/10/06/arti-pentingnya-organisasi-dan-metode/
http://amahabas.wordpress.com/diary/teori-organisasi-umum/tugas-1/sejarah/
http://mohamadkemaludin.wordpress.com/2011/03/18/desain-organisasi-formal-dan-informal/
http://echanfebriharvandha.blogspot.com/2011/10/teori-organisasi.html
http://andrie07.wordpress.com/2010/10/29/peran-organisasi-dan-metode-batch-files/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar